Rabu, 02 Juni 2010

Ternyata ... First Media bisa di share

Ternyata ...

First Media bisa di share.
Kalau anda pelanggan First Media, dan coba bertanya ke First Media tentang layanan mereka, pasti mereka tidak akan memberitahu tentang bagaimana caranya menshare/membagi internet mereka. Tapi saya yakin orang Indonesia sudah pada pintar2 walaupun ada sedikit teknik hacking di artikel ini, anda pasti bisa melakukan sharing internet first media, karena ini ga sulit. Thanks om google and penulis tips ini. (gw ga tau namanya, yang pasti gw buat reference linknya).

Dikutip dari : http://cakwid.net/internet/koneksi-internet-cable-fastnet-firstmedia-dan-cara-share-internet-ke-komputer-lain.htm

FirstMedia mengeluarkan produk TV cable dan Internet cable dengan tarif relatif murah banget jika dibandingkan dengan layanan ISP lainnya di Indonesia
Saat ini untuk TV cable tersedia paket seharga Rp.99.000,- dan Rp.145.00,- perbulan (belum termasuk ppn) , sedangkan untuk koneksi internet cable unlimited tersedia paket Fastnet 384kbps Rp.99.000,- perbulan, Fastnet 512kbps Rp.195.000,- perbulan, Fastnet 768kbps Rp.295.000,- perbulan, Fastnet 1500kbps Rp.595.000,- perbulan, dan Fastnet 3000kbps Rp.1.195.000,- perbulan (semua harga tersebut belum termasuk ppn)
Coverage area saat ini baru ada di daerah daerah tertentu di Jabotabek dan Surabaya, bisa dicek di websitenya http://www.firstmedia.com

Minggu ini jaringan Firstmedia sudah mencapai di area perumahan saya di Tangerang. 2 hari yang lalu saya langsung mendaftar internet cable melalui sales yang nongkrong promosi di sekitar perumahan saya, pelayanannya cukup memuaskan, siang daftar sore langsung dipasang, langsung online, tanpa syarat macam-macam hanya dicatat identitas dan gratis tanpa biaya pendaftaran.
Saya memilih paket internet Fastnet 768kbps seharga Rp.295.000,- setelah dikenai ppn menjadi Rp.324.500,- perbulan. Untuk paket Fastnet 768kbps ke atas modem intenet kabel dipinjamkan gratis, kita cukup hanya modal komputer atau laptop saja, dan tidak diharuskan untuk berlangganan tv cable.
Sedangkan untuk paket internet Fastnet 384kbps dan Fastnet 512kbps pelanggan diharuskan membeli modem seharga Rp.500.000,-, untuk paket internet Fastnet 384 kbps pelanggan diwajibkan berlangganan TV cable seharga Rp.99.000,-

Untuk kecepatan koneksi saat saya tulis artikel ini mencapai 788 kbps download dan 123 kbps upload

Saat ini kecepatan memuaskan karena bisa lebih tinggi dari kecepatan yang dijanjikan 768 kbps

Setelah berhasil mengakses internet menggunakan laptop saya, saya mencoba untuk sharing koneksi internet ke komputer teman-teman saya satu rumah kontrakan. Saya coba gunakan switch D-Link DES-1008D ternyata gagal untuk sharing internet, kemudian saya coba gunakan Router D-Link DL -524 juga gagal. Switch dan router yang saya sebutkan tersebut selama ini sudah saya gunakan untuk sharing internet menggunakan akses internet Speedy dengan lancar tanpa setting macam-macam.

Kemudian saya coba lakukan setting ulang sharing internet menggunakan Router D-Link DL -524 dan ternyata sharing internet kabel dari fastnet bisa dilakukan, baik menggunakan jaringan kabel lan RJ-45 maupun jaringan wirelles dari router tersebut.
Account internet tv kabel Fastnet sebenarnya hanya diperuntukkan untuk personal, hanya bisa digunakan di satu komputer saat pemasangan pertama. Proteksi dilakukan berdasar MAC address. MAC (Media Access Control) adalah alamat unik di dalam ethernet card. MAC bisa dilihat menggunakan perintah ipconfig/all pada command prompt dan terlihat pada tulisan Physical Address : (misalnya: 00-16-52-EF-1A)

Dengan menggunakan Router kita bisa melewati proteksi MAC address tersebut, yaitu dengan melakukan Clone MAC Address saat menyetting router. Untuk Router D-Link DL -524 langkah setting adalah dengan membuka control panelnya melalui browser dengan alamat http://192.168.0.1/ default username:admin, password:dikosongkan saja, kemudian klik Run Wizard, dan tinggal ikuti saja langkah-langkah yang ada disitu

1. Set Your New Password
2. Choose your timezone
3. Set Intenet Connection (di langkah ini klik clone MAC Address)
4. Set Wirelles Conection
5. Restart

Setelah langkah di atas dilakukan, sharing internet kabel sudah dapat dilakukan menggunakan 4 port kabel RJ-45 dan koneksi wireless yang terdapat pada Router D-Link DL -524 tersebut.

Gambar di bawah ini adalah skema share Internet Cable Menggunakan Modem Cable Motorolla SB5101 dan Router DL-524
share_internet_cable.jpg

Untuk penggunaan switch atau hub (bukan router) misalnya switch D-Link DES-1008D , sepertinya tidak bisa dilakukan, karena tidak bisa digunakan untuk clone MAC address. Namun saya mendapat ide dari buku Seni Teknik Hacking I karangan S’to ,yang belum saya coba yaitu penggunaan software K-MAC untuk merubah MAC address masing-masing komputer, disamakan dengan MAC address komputer/laptop pertama yang dipakai saat pemasangan internet kabel. Software K-MAC bisa didapatkan di website http://www.neset.com

Sekian dulu artikel saya tentang koneksi Internet kabel Fastnet, tolong dikoreksi jika ada yang salah, karena saya bukan ahli jaringan komputer.

Cloud Computing

Melihat kebutuhan tempat kerja akan sebuah system yang canggih, saya jadi menemukan tulisan ini.

Tulisan ini dikutip dari http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/

Intinya begini : (Pake bahasa saya sendiri).
Cloud Computing itu adalah Infrastruktur di Internet. Kita bisa menggunakan infrastruktur itu sebagai dasar dari system yang akan kita kembangkan atau system yang sudah ada(dari penyedia jasa system, ex : Google Docs, Dll).

Bicara tentang infrastruktur kita butuh yang namanya resource seperti
1. hardisk untuk penyimpanan data/dokumen/file,
2. cpu untuk memproses system/data/dll
bicara cpu dicloud computing berarti ada banyak server yang disediakan technology cloud computing yang saling terhubung yang akan kita gunakan untuk system kita. banyaknya server tersebut disediakan untuk mengolah system kita, bisa jadi satu system di taruh di banyak server yang menanganinya sehingga proses di system tersebut bisa cepat.
3. network untuk menghubungkan antar server juga disediakan oleh cloud computing.
Infrastruktur itulah kata tepat yang disediakan oleh cloud computing.
Nah, kalau begitu, apa yang kita sediakan ? Good question.
Yang kita sediakan cukup system kita dan koneksi internet yang cepat.
Itu aja ? ga, kita juga perlu menyediakan duit untuk bayar jasa cloud computing.
Tentu saja harga cloud computing ini bisa dibilang murah.

Segitu aja dulu ya kesimpulannya, untuk detail silahkan baca contekan dibawah :


Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.

Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

* Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
* Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
* Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
* Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
* Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:

* Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
* Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
* Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.

Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud, Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.

Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service.
Lalu apa resikonya ?

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:

* Service level - Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
* Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
* Compliance - Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.
* Data ownership - Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.
* Data Mobility - Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.
Apa yang dilakukan Smart Company saat ini ?

Ada banyak kesempatan pada organisasi IT khususnya untuk mensosialisasikan cloud service. Banyak organisasi yang mencoba untuk menambahkan firut ini kepada infrastruktur yang mereka miliki sebelumnya untuk mengambil keuntungan dari “cloud bursting“; khususnya jika anda membutuhkan kapasitas ekstra atau ekstra aktifitas, anda dapat memanfaatkan cloud ketimbang melakukan investasi resource secara in-house.

Development/test dan beberapa aktifitas yang mirip juga menjadi tempat yang bagus untuk cloud, memungkinkan anda untuk mengurangi pengeleluaran perkapita dan biaya data center yang terus meingkat dari sisi kecepatan dan uptime.

Sedangkan perusahaan yang tidak segan segan untuk mengimplementasi teknologi cloud untuk data mereka dan menyimpan nya sebagai fasilitas mereka sendiri untuk memastikan kebijakan perusahaan tersimpan dengan baik tentunya akan lebih baik, sehingga memastikan proses komputerasisasi pada cloud sebagai sistem proses yang dibutuhkan akan lebih independen.
Apakah anda siap ?

Jika organisasi anda baru saja mengeksplorasi teknologi cloud ada beberapa cloud service yang sudah cukup mapan dan dapat di pertimbangkan misalnya sebagai e-mail service. Namun untuk masalah sekuriti, dengan mengembangkan internal infrastruktur anda menjadi model cloud akan lebih baik.

Dengan begini role IT kini ikut berperan dalam hal business model yang dibutuhkan untuk perekonomian saat ini. Bagaimana anda meningkatkan kecepatan dan uptime ? dan bagaimana anda dapat men support business operation dengan sedikit dan pengeluaran yang fix?

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk bisnis anda.

Kedua, anda harus mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis anda. dan sebaiknya anda mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.

Langkah terakhir, anda harus melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan bisnis anda. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.

Beberapa penjelasan mengenai Cloud Computing lainya:

* Jawaban dari Tim O’Reilly, Dan Farber, Matt Mullenweg, Jay Cross, Brian Solis, Kevin Marks, Steve Gillmor, Jeremy Tanner, mengenai cloud computing pada the Web 2.0 Expo.
* Persentasi mengenai cloud computing. oleh Christopher Barnatt, pemilik dari ExplainingComputers.com

Disadur dari: David Robbins, Network World
Robbins adalah seorang CTO untuk IT pada perusahaan NetApp. Dia bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan memilih teknologi baru dan mengadopsi teknologi tersebut yang menjadu road map dan timing untuk NetApp IT delivery.

Selasa, 01 Juni 2010

Bagaimana mempercepat browsing network di komputer kita ?

Bahasa inggris aja ya om n tante.
Dikutip dari : http://www.mytechguide.com/70/how-to-speed-up-slow-network-browsing-in-windows/

Ini artikelnya :
There is a bug in MS Windows that can slow up network browsing. It can take up to 30 seconds to browse remote computer. Reason of this delay is that Windows is scanning remote computer for Scheduled tasks.

There is a simple registry tweak to fix this problem.
Speed up network browsing in Windows

1. Start Registry Editor (How to start Registry Editor)

2. Navigate to HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/Current Version/Explorer/RemoteComputer/NameSpace/{D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}

3. Backup {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF} key (Backing up part of the registry). This way you can easily restore deleted value.

4. Right click on {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF} key and click delete

ps. Tidak semua OS Windows ada memiliki registry diatas.